The Importance of Maintaining the Neutrality of State Civil Apparatus Based on the Values of the Malay Culture

  • M. Rafi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia http://orcid.org/0000-0003-3775-2014
  • Suswanta Suswanta Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia
  • Baskoro Wicaksono University of Riau, Indonesia

Abstract

This article described the various phenomena of violations by the State Civil Apparatus in the momentum of the democratic party in Indonesia and aimed to determine the extent to which Malay Cultural Values ​​can maintain the neutrality of the State Civil Apparatus. This study used an exploration-oriented literature review method. Then, data were obtained through documentation techniques by reviewing and exploring several journals, books, and other related documents. To analyze the data, the content analysis method was used to get valid conclusions based on the context. The results showed that some Malay cultural values ​​that must be possessed by the State Civil Apparatus were the principles of honesty, justice and truth, hard work and perseverance, shame, and compassion. All the principles taught can maintain the neutrality of the State Civil Apparatus if each individual has high awareness and commitment to do so. Thus, the values ​​taught by the Malay Culture have an essential meaning in maintaining the neutrality of the State Civil Apparatus.

References

Abas. (2017). Birokrasi dan Dinamika Politik Lokal. Depok: Alta Utama.
Abdul Hakim Basyar, Akhmad Misbakhul Hasan, dkk. (2018). Meluruskan Arah Reformasi Birokrasi di Indonesia. Jakarta: Penerbitan Fitra.
Anggito, A. & J. S. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukabumi: CV Jejak.
Anggriani Alamsyah, Andi Aslinda, S. (2015). Netralitas Pegawai Negeri Sipil Dalam Pilkada Serentak 2015. Prosiding Seminar Nasional Pilkada Serentak, (November), 1–14. Makasar: Universitas Hassanudin Makasar.
Asriati, A. (2012). Tinjauan Kritis Terhadap Pemikiran Mahathir Tentang Kelemahan Budaya Melayu Dalam Pembangunan. Jurnal TINGKAP, VIII(I), 1–16.
Awang, S., Maros, M., & Ibrahim, N. (2012). Malay Values In Intercultural Communication. International Journal of Social Science and Humanity, 2(3), 201–205.
Baskoro Wicaksono, Nur Laila Meilani, R. F. (2018). Perencanaan Pembangunan Kabupaten Bengkalis Aspek Kebudayaan Melayu Dalam Menopang Visi Provinsi Riau 2020. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 17(1), 22–34.
Budiman, A. (2018). Menghulu Berbudaya Melayu, Menghilir Riau Berintegritas: Nilai Anti Korupsi Pada Mata Diklat Anti Korupsi BPSDM Provinsi Riau. Jurnal PIGUR, 1(1), 73–82.
Creswell, J. W. (2014). Penelitian Kualitatif dan Desain Riset (Memilih Diantara Lima Pendekatan). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Dede Fitriana Anatassia, Mirra Noor Milla, S. E. H. (2015). Nilai-Nilai Kebajikan: Kebaikan Hati, Loyalitas, dan Kesalehan Dalam Konteks Budaya Melayu. Jurnal Psikologi Ulayat, 2(1), 335–347.
Dodi Faedlulloh, N. D. (2019). Birokrasi Dan Hoax: Studi Upaya Menjaga Netralitas Aparatur Sipil Negara di Era Post-Truth. Jurnal Borneo Administrator, 15(3), 313–332.
Firman. (2017). Meritokrasi dan Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Dalam Pengaruh Pilkada Langsung. The Indonesian Journal Of Public Administration, 3(2), 1–18. Retrieved From http://journal.uta45jakarta.ac.id/index.php/admpublik/index
Harry Setya Nugraha, Dimar Simarmata, I. S. S. (2018). Politik Hukum Pengaturan Netralitas Aparatur Sipil Negara Dalam Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2018. Jurnal Justisi Hukum, 3(1), 20–38.
Jill Jesson, Lydia Matheson, F. M. L. (2011). Doing Your Literature Review: Traditional and Systematic Techniques. London: Sage Publications.
Jonita, C. (2016). Implementasi PERDA No. 12 Tahun 2001 Tentang Pemakaian Busana Melayu di Lingkungan Pendidikan, Pegawai Negeri Sipil, Swasta/Badan Usaha Milik Daerah di Kantor Dinas Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru Tahun 2014. JOM Fisip Universitas Riau, 3(2), 1–13.
Karinda, K., & Nursin, E. (2018). Problem And Competence Development Design of State Civil Apparatus (ASN) In Banggai District Through Education and Training Activities. Jurnal Studi Pemerintahan, 9(3), 452–486.
Kristina, D. (2013). Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Buku Tunjuk Ajar Melayu Karya Tenas Effendy. In Repository Universitas Maritim Raja Ali Haji.
Mokoagow, S. (2016). Pelanggaran Netralitas Aparatur Sipil Negara Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah. Jurnal Lex Administratum, IV(4), 5–13.
Monika, R. R. (2017). Politisasi Birokrasi Penataan Kinerja Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2012- 2014. JOM Fisip Universitas Riau, 4(2), 1–8.
Pebriana Marlinda, T. S. (2018). Pelayanan Publik Berbasis Budaya Melayu (Propinsi Riau Sebagai The Homeland of Melayu). Jurnal Universitas Lancang Kuning, 3(1), 1–9.
Perdana, G. (2019). Menjaga Netralitas ASN Dari Politisasi Birokrasi. Jurnal Negara Hukum, 10(1), 109–128.
Pradono, N. S. (2019). Aparatur Sipil Negara Dalam Pemilu 2019, Bisa Netralkah? Jurnal Analisis Kebijakan, 3(1), 48–62.
Rakhmawanto, A. (2017). Perspektif Politisasi Birokrasi dan Peran Pejabat Pembina Kepegawaian Dalam Birokrasi Pemerintah. Jurnal Administrasi Dan Kebijakan Publik, III(1), 19–32.
Ramli, E. (2016). Tunjuk Ajar Melayu Riau. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 8(2), 196–208.
Rustam, A. (2015). Hubungan Perilaku Maladministrasi Dan Mind Set Pegawai Dengan Ketaatan Beragama Di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau (Studi Kasus di Kantor Badan Promosi dan Pelayanan Terpadu). Khutubkhanah: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 18(1), 62–78.
Salioso, H. (2016). ASN, OTDA, Politik Pilkada Serentak dan Korupsi di Indonesia. Jurnal Kriminologi, 1(1), 1–7.
Sri Sulistyawaty, N. P. (2019). Strategi Pencegahan Korupsi Dengan Budaya Malu (Studi Komparatif Masyarakat Melayu Indonesia Dengan Jepang). Jurnal Penelitian Pendidikan Sosial Humaniora, 4(1), 439–447.
Sudrajat, T., & Karsona, A. M. (2016). Menyoal Makna Netralitas Pegawai Negeri Sipil Dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara. Jurnal Media Hukum, 23(1), 87–94. https://doi.org/10.18196/jmh.2015.0070.87-94
Sumarno. (2019). Urgensi UU Etika Penyelenggara Negara. Jurnal Kajian Ilmu Sosial, 30(2), 6–22.
Wahyuni, T. (2019). Analisis Terhadap Upaya Penguatan Implementasi Kebijakan Netralitas ASN Dalam Pemilu. Jurnal Analisis Kebijakan, 3(1), 16–32.
Wahyuni, T., & Permadi, R. N. (2018). Penguatan Kode Etik Organisasi Dalam Mewujudkan Netralitas ASN. Jurnal Administrasi Publik, XIV(2), 151–162.
Watunglawar, M. N. (2017). Perwujudan Asas Netralitas Birokrasi Dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara. Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum, 15(1), 70–88.
Wulandari, W. (2018). Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Dalam Pilkada Serentak Kabupaten Bantul Tahun 2015. Prosiding Seminar Nasional Administrasi Publik: Relasi Governansi Dalam Agenda Reformasi Birokrasi Multidimensional Di Indonesia, 264–271. Jawa Tengah: Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik Universitas Sebelas Maret.
Zuhro, R. S. (2010). Good Governance dan Reformasi Birokrasi di Indonesia. Jurnal Penelitian Politik, 7(1), 1–21.
Published
2021-05-30
How to Cite
RAFI, M.; SUSWANTA, Suswanta; WICAKSONO, Baskoro. The Importance of Maintaining the Neutrality of State Civil Apparatus Based on the Values of the Malay Culture. Jurnal Ilmiah Peuradeun, [S.l.], v. 9, n. 2, p. 451-466, may 2021. ISSN 2443-2067. Available at: <http://journal.scadindependent.org/index.php/jipeuradeun/article/view/540>. Date accessed: 25 sep. 2021. doi: https://doi.org/10.26811/peuradeun.v9i2.540.